Kamis, 14 Mei 2009

malam ( poetry )

Oleh husna

Aku bergelut dengan bayang hampa
Ketika malam.

Sunyi merajamku,
Seperti tawanan terdesak membebaskan diri
dari jeratan pengikat tubuh jiwanya.

Oh, malam kasihanilah aku!
Dari terkaan bayang pekat
Dan tikaman rindu, menyayat urat saraf nadiku.

Engkau malam!
Puaskah dirimu menjadi sosok yang mengerikan bagi jiwaku?
Bukankah dirimu hakikat esensial
Bagi jiwa-jiwa suci bermi’raj?

Sambutlah jiwaku ramah,
Kesahku akan naik ketangga mi’rajmu.

Pamekasan, 2008-04-10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar