oleh Abdur Rofiq
Baru aja nonton ini film. Ketinggalan sich, soalnya ne film premiere di bioskop udah lama. Waktu SMA dulu, saya sempat sekilas membaca novel Abidah El-Khaleqi ini. tapi judulnya kalau gak salah " Perempuan Berkalung Tasbih". Entah apa kemudian yang membuat novel ini diadaptasi dalam film dengan judul berbeda PEREMPUAN BERKALUNG SURBAN. novelnya pun dicetak ulang dengan desain cover yang lebih fresh. Wajah Cantik Revalina dengan surban merah di lehernya. sama dengan sampul VCD-nya, yang baru sy tonton.
Dibandingkan dengan Ayat-ayat Cinta, yang sama-sama karya Hanung dgn genre yang identik, Perempuan berkalung surban, menurut saya memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya adalah scriptnya tampak lebih berisi dibandingkan AAC, meskipun di beberapa bagian tertentu memang ada beberapa pernyataan-pernyataan yang memancing komentar. Sekedar memancing, menurut saya berlebihan jika harus diperdebatkan seperti isu yang santer beberapa waktu lalu. Kelebihan lainnya dari sisi moral, PBS lebih punya greget dibandingkan AAC. mungkin karena PBS sendiri mengusung nuansa feminisme dan latarnya pribumi bgt.
Acting Revalina menawan, beda saat dia main sinetron. sayangnya, ada adegan yang menurut saya klise seperti pelemparan batu pada Nisa dan Khudhari yang dituduh berzina. Tampak batunya bukan batu (kalau batu beneran kan pasti seru...he). selain itu saat ditanya hukuman berzina, orang2 disitu seolah dikomando bilang "rajam''. padahal mereka itu notabenennya santrinya ayahnya nisa. Tapi meskipun nyinyir, adegan ini menurut saya paling seru, menarik apalagi setelah widyawati ngomong...'HANYA YANG TIDAK PERNAH BERBUAT DOSA YANG BOLEH NGELEMPAR".....adegan pembuka dan penutup film ini menurut saya keren...
untuk Cici tegal, salut...Leroy Oesmani kalau dalam AAC terkesan mengganggu, di PBS ia menyempurnakan...
terlepas dari itu semua, dibandingkan film2 indonesia lainnya, film ini di atas rata2lah . kalau diranking 1-10, ya 8 lah...
Kamis, 14 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar